NASIB PERANTAU

Dua bulan sudah aku menjejakkan kaki di kota Tangerang, kota yg meski tidak jauh dari Jakarta namun disini suasananya tidak seruwet Jakarta. Masih banyak lahan-lahan yg kosong. Tidak sedikit jika malam datang suasana sebagian wilayah sepi bahkan terkesan seram.
Tapi suasana semacam ini justru membuatku kerasan tinggal disini, meskipun jauh dari keluarga. Orang-orang disini yg aku lihat kebanyakan perantau, yg mungkin sudah tidak kebagian lahan di Jakarta. Jadi terpaksa menepi ke pinggiran, seperti halnya aku.
Bila malam tiba kerinduan selalu ada, apalagi kalau sudah teringat sikecil, putri kesayanganku. Jika aku mempunyai sayap rasanya ingin egera terbang menuju kampung halaman. Tapi semua ada waktunya, aku hanya bisa berdoa semoga keluargaku diberi kesehata dan ketabahan. Amin.

Tinggalkan sebuah Komentar


  • Website: www.duta4future.com

    SIUP: 510/2-0077-DISKUKM&PERINDAG/2008
    TDP:101115113715
    SK MENTERI HUKUM & HAM: AHU-09853 AH.01.0101 TH 2008
  • Mengapa harus DUTA INTERNATIONAL ?

    >> Perusahaan dengan omset milyaran dibangun tanpa hutang oleh asli putra bangsa Indonesia
    >>> Bukan bisnis piramid
    >>> Memiliki Sekolah Bisnis yg sudah berhasil mencetak banyak pengusaha sukses & kaya di Indonesia
    >>> Telah bekerjasama dengan semua operator GSM&CDMA
    >>> Keagenan pulsanya dapat digunakan diseluruh wilayah Indonesia bahkan dapat melayani transaksi luar negeri
    >>> Produknya sangat diperlukan
    >>> Modal usaha kecil / untuk segala lapisan
    >>> Bisnis tanpa resiko
    >>> Dukungan internet [e-commerce]
    >>> Telah mempunyai akses ke berbagai bank di indonesia yg mendukung e-banking
    >>> Telah bekerjasama dgn ribuan marchant diseluruh Indonesia
    >>> Member dilindungi Asuransi
    >>> Sistem kerja sangat mudah
    >>> Tidak target bulanan
    >>> Komisi mingguan.
  • Meta

  • Blog Stats

    • 466 hits
  • Posting Terkini

  • Halaman

  • Tulisan Teratas

  • Komentar Terakhir

    Rusiano Oktoral F, A… di Buku Tamu
    mitradbs di Enterpreneurship RASULULLAH…
    Aleman di Buku Tamu